DUTA Besar Inggris untuk Indonesia & Timor Leste HM Ambassador Dominic Jermey CVO OBE didampingi GKR Mangkubum mengunjungi Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4). Dominic Jermey CVO OBE mengungkapkan tujuan kunjungannya untuk memperkuat kolaborasi antara Inggris dan Yogyakarta, mulai dari aksi iklim hingga pendidikan, sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang diluncurkan pada awal tahun ini oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer.
Ia menjelaskan bahwa di Yogyakarta, Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia telah menunjukkan hasil nyata. Melalui MELAJU, kemitraan infrastruktur Inggris–Indonesia, Inggris mendukung transisi menuju sistem mobilitas perkotaan yang rendah karbon dan terintegrasi.
Dukungan ini, kata dia, mencakup penyusunan panduan implementasi Transit-Oriented Development (TOD) dan Land Value Capture, serta bantuan teknis yang diperlukan untuk meletakkan dasar perencanaan mobilitas yang inklusif.
“Kami juga turut mendukung upaya ketahanan iklim dan inisiatif berbasis Masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah sirkular di Bantul hingga kehutanan sosial dan ekowisata di Kulon Progo. Prinsip inklusivitas menjadi inti pendekatan kami, termasuk melalui aksi iklim yang responsif gender serta memastikan sistem transportasi dapat melayani seluruh lapisan masyarakat,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia & Timor Leste itu.
Menerima kunjungan tersebut EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo berkesempatan kemudian mengajak tamunya meninjau suasana pelayanan dan fasilitas yang ada di Stasiun Yogyakarta seperti sistem Face Recognition, ruang tunggu penumpang, passanger crossing, hingga peron pemberangkatan penumpang.
EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Inggris untuk kemajuan transportasi kereta api yang tidak hanya mengusung integrasi antarmoda tapi juga inklusivitas dan keberlanjutan lingkungan.
Bambang juga menyampaikan bahwa pelayanan yang mengusung kemudahan bagi pelanggan, inklusivitas serta ramah lingkungan dan berkelanjutan merupakan salah satu semangat KAI dalam melakukan berbagai inovasi dan peningkatan layanan. Hal ini juga sebagai dukungan untuk program strategis Pemerintah yang menargetkan dapat mencapai Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat. Keberlanjutan lingkungan ini juga akan menjadi salah satu fondasi penting dalam rencana penataan Stasiun Yogyakarta ke depannya.
“Rencana penataan Stasiun Yogyakarta nantinya selain untuk peningkatan kapasitas juga untuk kemudahan integrasi antarmoda guna peningkatan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Penumpang nantinya akan kian dimudahkan untuk mengakses transportasi lanjutan dari stasiun dengan berbagai pilihan moda lanjutan sesuai kebutuhan. Rencana penataan ini tentunya juga mengusung semangat keberlanjutan lingkungan serta mendukung pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Yogyakarta,” ujarnya.
HM Ambassador Dominic Jermey CVO OBE menyampaikan apresiasinya kepada KAI Daop 6 Yogyakarta atas peningkatan pelayanan yang maju dan semangat inovasi yang berbasis keberlanjutan lingkungan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan berbagai upaya peningkatan layanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan oleh KAI Daop 6 Yogyakarta.
Ia menambahkan sistem boarding face recognition dapat menekan penggunaan kertas, fasilitas water station yang menyediakan air minum gratis bagi pelanggan juga menekan penggunaan botol plastik sekali pakai, mesin pengering payung untuk mengurangi penggunaan plastik, dan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya. (H-4)