ASISTEN pelatih tim panjat tebing disiplin lead dan boulder Indonesia, Sholikhin, memberikan instruksi khusus kepada Raviandi Ramadhan menjelang babak semifinal World Climbing Asia Championship 2026 di Meishan, Tiongkok. Sholikhin menekankan pentingnya aspek psikologis dan ketenangan mental bagi sang atlet untuk mengamankan tiket kualifikasi Asian Games 2026.
Setelah Raviandi memastikan diri lolos dari babak kualifikasi pada Rabu (8/4) malam WIB, tim pelatih langsung melakukan evaluasi. Sholikhin mengimbau agar atlet asal Papua tersebut tidak terbelenggu oleh performa di babak sebelumnya dan mampu melepaskan tekanan yang ada.
Poin Utama Instruksi Pelatih Sholikhin:
- 1. Ketenangan Mental: Raviandi diminta lebih tenang saat memasuki arena agar strategi yang disusun dapat berjalan maksimal.
- 2. Bermain Tanpa Beban: Pelatih menekankan agar atlet tidak terbawa suasana kompetisi yang tegang dan bermain lepas.
- 3. Evaluasi Teknis: Fokus untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan saat babak kualifikasi.
- 4. Fokus Target: Menjaga konsentrasi penuh demi merebut tiket menuju Asian Games 2026 di Jepang.
“Selanjutnya bisa main maksimal dan tanpa beban, serta tidak terbawa suasana di babak kualifikasi,” ujar Sholikhin tegas saat dihubungi dari Jakarta.
Tingginya Tekanan Persaingan Asia
Sholikhin mengakui bahwa beban yang dipikul para atlet cukup berat mengingat ketatnya persaingan dari negara-negara kuat seperti Jepang, Thailand, India, Singapura, dan Malaysia. Status ajang ini sebagai kualifikasi Asian Games membuat setiap negara tampil habis-habisan.
Berikut adalah ringkasan posisi Raviandi Ramadhan menuju babak semifinal:
| Parameter | Data Atlet |
|---|---|
| Skor Kualifikasi | 69,4 |
| Peringkat | 22 dari 52 Peserta |
| Target Utama | Tiket Asian Games 2026 (Jepang) |
Menutup pernyataannya, Sholikhin memohon dukungan dari masyarakat agar tim panjat tebing Indonesia, baik di nomor lead, boulder, maupun speed, dapat meraih hasil maksimal di China. “Kami berharap doa dari semua masyarakat Indonesia agar banyak atlet kita yang lolos ke Jepang,” pungkasnya. (Ant/Z-1)