
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan paket daging kurban bagi masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan, Baznas berkomitmen memastikan amanah hewan kurban dari masyarakat tersalurkan secara tepat sasaran, akuntabel, dan transparan.
“Komitmen kami tetap berpegang teguh pada aman regulasi, aman syariah, dan aman NKRI. Hewan kurban yang diamanahkan kepada Baznas langsung kami konversikan menjadi berkah yang nyata bagi masyarakat melalui koordinasi yang matang dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah,” ujar Zainut, Jumat (29/5).
Lebih lanjut, Zainut mengapresiasi, penyaluran hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia melalui Baznas. Ia menilai hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan kepada Baznas sebagai lembaga pengelola zakat negara.
Zainut mengatakan, kurban dalam konteks kebangsaan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga menjadi bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ketika instrumen negara digunakan untuk menghadirkan pangan dan makanan bergizi, meringankan beban hidup, dan menegakkan keadilan sosial bagi keluarga miskin pada hari raya yang mulia ini, maka tindakan tersebut telah memenuhi aspek syariat sekaligus aspek konstitusional,” ucap Zainut.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, mengapresiasi berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Baznas, termasuk program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026.
Ia menilai, program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” menjadi langkah positif dalam meningkatkan pemerataan distribusi kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui berbagai program peningkatan kesejahteraan, khususnya di bidang ekonomi. Dari sisi Kementerian Koperasi, kami tentu akan terus mendukung,” ujar Ahmad.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Mulyadin Malik juga mengapresiasi program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang digagas Baznas RI. Ia menilai program tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menempatkan desa sebagai penerima manfaat, tetapi juga melibatkan masyarakat desa dalam pengelolaan, penyembelihan, hingga distribusi hewan kurban.
“Ini adalah model pemberdayaan yang tepat. Desa berdaya bukan desa yang bergantung,” ujar Mulyadin.
Mulyadin juga berharap kolaborasi bersama Baznas dapat diperluas hingga menjangkau lebih banyak desa tertinggal di seluruh pelosok Indonesia agar manfaat kurban semakin merata dan berkeadilan.
Salah satu penerima manfaat Solihin (45) menyampaikan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu mendapat daging kurban dari Program Kurban Berkah Berdayakan Desa Baznas tahun 2026 ini. Terima kasih kepada Baznas dan para mudhohi yang sudah peduli kepada kami warga Kampung Pemulung Jurangmangu,” ujarnya.
Ia berharap, “Semoga para pekurban diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan keberkahan oleh Allah SWT. Kami juga mendoakan agar program Baznas seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak membantu masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya. (H-2)