OTORITAS Iran dilaporkan tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelacakan lokasi Pemimpin Agung Iran, Mojtaba Khamenei, melalui analisis rekaman suara. Kekhawatiran ini menjadi alasan utama di balik kebijakan untuk tidak merilis rekaman audio apa pun terkait tokoh tersebut.
Berdasarkan laporan harian Al-Mashhari yang berafiliasi dengan Pemerintah Kota Teheran pada Minggu (3/8), badan intelijen asing diduga dapat memanfaatkan teknologi canggih untuk membedah file audio guna menentukan koordinat keberadaan Khamenei. Melalui kanal Telegram resminya, surat kabar tersebut merinci lima metode teknis yang dapat mengeksposs lokasi rahasia melalui suatu rekaman.
Lima Celah Keamanan dalam Rekaman Audio
Menurut analisis Al-Mashhari, terdapat beberapa elemen teknis yang dapat menjadi jejak digital bagi agen intelijen:
- Tanda Akustik Ruangan: Setiap ruang tertutup memiliki tanda akustik unik. Pantulan suara dapat memberikan informasi presisi mengenai dimensi dan karakteristik ruangan tempat pembicara berada.
- Interferensi Jaringan Listrik: Gangguan dari jaringan listrik yang terekam secara tidak sengaja dapat digunakan untuk menentukan tanggal dan waktu tepat saat rekaman dibuat. Lebih jauh, frekuensi ini dapat merujuk pada bagian spesifik dari gardu induk listrik yang terhubung dengan lokasi perekaman.
- Sidik Jari Perangkat: Setiap mikrofon dan alat perekam meninggalkan jejak unik pada file audio. Misalnya, mikrofon ponsel cenderung melemahkan frekuensi rendah, sementara komponen murah menghasilkan distorsi harmonik tertentu yang berfungsi sebagai identitas perangkat.
- Kebisingan Peralatan Teknis: Suara latar dari sistem ventilasi, generator, peralatan pendingin, atau perangkat teknis lain di lokasi dapat membantu badan intelijen mengidentifikasi fasilitas tertentu.
- Analisis Biometrik Suara: Resonansi suara pembicara dapat mengungkapkan pola pernapasan, jeda antar kata, kondisi fisik, detak jantung, hingga tingkat stres pembicara.
Laporan ini muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat, termasuk beredarnya citra satelit yang diduga menunjukkan dampak serangan terhadap bunker yang menjadi tempat perlindungan bagi pemimpin Iran. Hingga saat ini, informasi mengenai detail teknis pelacakan ini masih terus menjadi perhatian serius bagi pihak keamanan di Teheran. (The Jerusalem Post/I-2)
Data dalam artikel ini bersumber dari laporan media lokal Iran dan sedang dalam tahap pemantauan lebih lanjut terkait validasi teknis dari otoritas terkait.