FIFA mengubah aturan penerjemahan dalam konferensi pers Piala Dunia setelah dua insiden terkait penggunaan bahasa yang melibatkan Achraf Hakimi dan Vinicius Jr viral di media sosial.
Perubahan itu dikonfirmasi setelah seorang ofisial FIFA sempat melarang jurnalis Meksiko, Rodrigo Ornelas dari TV Azteca, mengajukan pertanyaan dalam bahasa Spanyol kepada bek Maroko, Achraf Hakimi. Momen tersebut terjadi menjelang laga Grup C antara Maroko dan Brasil yang berakhir imbang 1-1 di New Jersey Stadium.
Hakimi, yang lahir di Spanyol dan fasih berbahasa Spanyol, sebenarnya bersedia menjawab pertanyaan tersebut. Dalam video yang beredar, pemain Paris Saint-Germain itu bahkan mempersilakan sang jurnalis untuk bertanya dalam bahasa Spanyol.
“Tidak apa-apa, saya mengerti,” kata Hakimi. Ia juga sempat menawarkan untuk menjawab dalam bahasa Inggris bila diperlukan.
Hakimi kemudian bertanya kepada ofisial FIFA mengenai bahasa yang harus digunakan. Atas permintaan ofisial tersebut, Hakimi akhirnya menjawab pertanyaan itu dalam bahasa Inggris.
Sebelumnya, aturan FIFA hanya menyediakan terjemahan bahasa Inggris serta bahasa dari dua tim yang bertanding. Untuk laga Maroko melawan Brasil, bahasa yang disiapkan adalah Arab dan Portugis.
Insiden serupa juga terjadi saat penyerang Brasil, Vinicius Jr, menjalani kewajiban media. Seorang jurnalis Venezuela meminta pemain Real Madrid itu menjawab dalam bahasa Spanyol. Namun, Vinicius menolak dan menegaskan posisinya sebagai pemain Brasil.
“Saya bersama Brasil, saya akan berbicara dalam bahasa Portugis,” ujar Vinicius.
Setelah dua kejadian tersebut, FIFA mengonfirmasi kepada The Sporting News bahwa bahasa Spanyol akan tersedia sebagai bahasa keempat dalam konferensi pers. Keputusan ini diambil untuk menghindari kebingungan serupa dalam sesi media berikutnya. (Vanguardngr/Z-10)