GOOGLE dilaporkan memberlakukan pembatasan terhadap penggunaan model kecerdasan buatan (AI) Gemini oleh Meta Platforms Inc. Langkah ini diambil karena raksasa pencarian di bawah naungan Alphabet Inc tersebut tidak mampu menyediakan kapasitas komputasi sebesar yang diminta oleh perusahaan media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut.
Menurut laporan Financial Times (FT) pada Minggu (28/6), pembatasan ini merupakan sinyal terbaru dari ketegangan infrastruktur AI global. Google terpaksa menerapkan pembatasan pada beberapa klien besarnya dengan Meta menjadi salah satu pihak yang paling terdampak secara signifikan.
Dampak pada Proyek Internal Meta
Kebijakan Google ini memberikan efek domino pada proyek-proyek internal Meta. Berdasarkan informasi dari sumber internal, Meta menginstruksikan stafnya untuk lebih efisien dalam penggunaan token AI guna menghemat sumber daya yang terbatas.
Awalnya, Meta sangat bergantung pada Gemini untuk mengotomatisasi proses keamanan, seperti penghapusan konten berbahaya dan penipuan (scam). Model milik Google tersebut dinilai lebih unggul dibandingkan model open-source Llama milik Meta sendiri untuk tugas-tugas spesifik tersebut.
Namun, sebagai respons atas keterbatasan ini, Meta mulai meningkatkan penggunaan model internal terbarunya, Muse Spark. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada model eksternal dan memperkuat kemandirian teknologi perusahaan.
Konteks Infrastruktur: Lonjakan tren AI menguji batas kemampuan komputasi dan kebutuhan energi pusat data di seluruh dunia. Google bahkan sepakat membayar SpaceX milik Elon Musk sebesar US$920 juta (sekitar Rp15 triliun) per bulan untuk daya komputasi sebagai bagian dari kesepakatan layanan cloud senilai US$30 miliar hingga pertengahan 2029.
Restrukturisasi dan Fokus AI Meta
Berbeda dengan Google, Meta tidak menjual layanan komputasi awan (cloud computing), tetapi perusahaan ini menjadikan investasi AI sebagai prioritas utama. CEO Mark Zuckerberg menetapkan teknologi ini sebagai kunci visi korporat masa depan Meta.
Untuk mendukung ambisi tersebut di tengah pengeluaran yang membengkak, Meta melakukan langkah-langkah strategis berikut:
- Pemangkasan Karyawan: Rencana pengurangan 10% tenaga kerja atau sekitar 8.000 peran untuk menyeimbangkan pengeluaran besar di bidang AI.
- Realokasi SDM: Penugasan kembali sekitar 7.000 pekerja ke posisi baru yang berkaitan langsung dengan pengembangan AI.
- Efisiensi Token: Instruksi ketat kepada tim pengembang untuk mengoptimalkan penggunaan token AI dalam setiap eksperimen dan produk.
Hingga berita ini diturunkan, baik Google maupun Meta menolak memberikan komentar resmi terkait laporan pembatasan akses Gemini tersebut. (Bloomberg/I-2)