IGA Swiatek melanjutkan misi mempertahankan gelar Wimbledon dengan performa meyakinkan. Petenis nomor tiga dunia asal Polandia tersebut berhasil menumbangkan mantan finalis, Karolina Pliskova, dalam kemenangan dua set langsung yang dominan untuk mencapai babak ketiga.
Penampilan ini sangat kontras dengan laga pembukanya pada Selasa lalu. Saat itu, Swiatek sempat emosional dan menangis di lapangan setelah berjuang keras dalam tiga set melawan Taylor Townsend. Namun, saat kembali ke lapangan dua hari kemudian, petenis berusia 25 tahun itu tampil jauh lebih tenang dan terkendali.
“Saya merasa lebih stabil hari ini, dan itu bagus,” ujar Swiatek kepada penonton setelah memastikan kemenangan 6-1 dan 6-3 dalam waktu 69 menit.
“Putaran pertama memang sangat emosional, tetapi hari ini saya merasa seperti hari biasa di kantor. Saya harus siap, memegang kendali, dan membuat keputusan yang tepat,” lanjutnya.
Dominasi Sejak Awal Laga
Pemegang enam gelar Grand Slam ini memulai pertandingan dengan sangat agresif. Swiatek hanya kehilangan satu dari 17 poin pertama, yang membuatnya melesat unggul empat gim langsung atas Pliskova. Meski sempat melakukan dua kali double fault di gim kelima yang membuat Pliskova mencuri satu break, Swiatek segera bangkit dan menutup set pertama hanya dalam 25 menit.
Di set kedua, Pliskova yang berusia 34 tahun sempat memberikan perlawanan dengan unggul 2-0 setelah servis Swiatek sedikit goyah. Namun, petenis Ceko yang sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi pergelangan kaki tersebut gagal mempertahankan momentum. Kesalahan double fault dari Pliskova pada poin-poin krusial justru memberikan jalan bagi Swiatek untuk membalikkan keadaan dengan memenangkan enam dari tujuh gim terakhir.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Skor Akhir | 6-1 dan 6-3 |
| Durasi Pertandingan | 69 Menit |
| Set Pertama | Selesai dalam 25 menit (Swiatek menang 26 dari 35 poin) |
| Rekor Dekade Ini | Mencapai babak ketiga di seluruh 26 Grand Slam |
Penilaian Legenda dan Tantangan Berikutnya
Legenda tenis Martina Navratilova memberikan nilai “A+” untuk performa Swiatek kali ini. Menanggapi pujian tersebut, Swiatek merasa terhormat namun tetap rendah hati.
“Ketika legenda seperti itu mengatakan hal-hal baik, itu sangat berarti. Tapi saya tidak tahu apakah itu A+, mungkin lebih ke B karena ada beberapa momen sulit di gim terakhir,” tuturnya.
Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Swiatek yang tidak pernah kalah sebelum babak ketiga di ajang Grand Slam sejak AS Terbuka 2019. Ia juga menjadi satu-satunya petenis putri yang selalu mencapai babak ketiga dalam 26 turnamen Grand Slam yang digelar dekade ini.
Kini, Swiatek fokus untuk melangkah lebih jauh dan menghindari kegagalan di babak ketiga seperti yang dialaminya di Prancis Terbuka tahun ini. Di babak selanjutnya, ia dijadwalkan akan menghadapi petenis muda asal Filipina, Alexandra Eala. (bbc/Z-1)