WACANA Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir tidak luput dari perhatian Rusia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mafhum banyak pilihan dan tawaran dari negara lain untuk diimplementasikan Indonesia. Namun, ia meyakini teknologi Rusia paling unggul.
Menurut Tolchenov, negara lain banyak yang masih menawarkan teknologi yang bahkan belum terbukti keandalannya. Sebaliknya, teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Rusia sudah implementatif.
“Kami punya pembangkit listrik tenaga nuklir mengapung. Itu yang pertama dan sampai saat ini satu-satunya di dunia. Pembangkit itu sudah kami gunakan,” ujar Tolchenov, dalam acara takimat media, di kediamannya, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Dikatakan Tolchenov, pihaknya sudah mengirim tiga jurnalis untuk meninjau langsung pembangkit listrik tersebut. “Kami berharap nanti ada lagi jurnalis dari Indonesia yang bisa kami kirim ke sana,” tutur Tolchenov.
Pembangkit listrik yang dimaksud Tolchenov diberi nama Akademik Lomonosov dan ditempatkan di Pevek, Chukotkai . Beroperasi sejak 2020, pembangkit bertenaga nuklir itu memproduksi 70 ribu megawatt listrik. Daya sebesar itu mampu melistriki 100 ribu rumah.
Akademik Lomonosov yang dikelola badan usaha milik negara Rosenergoatom itu diklaim sangat aman, tahan gempa bumi, tsunami, maupun badai tornado.Konstruksi mengapung disesuaikan dengan kebutuhan melistriki wilayah terpencil arktik.