MESKI Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI masih jatuh pada Agustus mendatang, semarak perayaan sudah mulai bergelora di Perumahan Taman Candi Loka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Ratusan warga dari RT 01 hingga RT 10 di lingkungan RW 05 menggelar upacara dan karnaval budaya sebagai tanda dibukanya rangkaian kegiatan Agustusan, Sabtu (23/5) malam.
Kemeriahan pembukaan ini ditandai dengan aksi longmarch warga yang mengenakan beragam pakaian adat nusantara dari RT 09 menuju lapangan perumahan setempat. Menariknya, selain menyuguhkan kesenian tradisional Reog Ponorogo, pembukaan ini juga mengawali rangkaian kompetisi warga yang menggabungkan olahraga klasik dengan teknologi modern, termasuk lomba digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Gofur, mengungkapkan, peringatan tahun ini sengaja dirancang lebih interaktif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia. Selain lomba digital AI, warga juga akan berkompetisi di bidang olahraga seperti bola voli, bulu tangkis, dan catur.
“Kami ingin menyalakan kembali semangat nasionalisme lewat aksi nyata. Persiapan sudah dilakukan sejak sebulan lalu, dan alhamdulillah antusiasme warga sangat luar biasa. Semua pembiayaan dan pelaksanaan dilakukan secara swadaya,” ujar Abdul Gofur di lokasi acara.
Keseriusan warga dalam menjaga sportivitas juga ditunjukkan lewat pembacaan sumpah atlet dan wasit saat upacara bersama di lapangan.
Ketua RW 05 Desa Ngampelsari, Seno Purwantomo, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan jajaran panitia dan warga. Seno menegaskan, kehadiran tim Reog Ponorogo dalam acara ini merupakan langkah konkret untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya kepada generasi muda di tengah gempuran zaman digital.
“Jangan sampai kesenian tradisional kebanggaan bangsa Indonesia diklaim negara lain. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong di lingkungan Taman Candi Loka masih sangat kental,” kata Seno.
Secara simbolis, pembukaan acara diresmikan melalui pemukulan gong oleh Ketua RW 05, yang kemudian dilanjutkan dengan penyalaan obor oleh seluruh Ketua RT serta kemeriahan pesta kembang api.
Suasana malam semakin riuh saat kelompok ibu-ibu (emak-emak) dari RT 09 naik ke panggung menampilkan Tarian Nusantara—sebuah tarian kompilasi yang memadukan gerakan tradisional dari Aceh hingga Papua. Rangkaian acara pembukaan ini kemudian ditutup dengan atraksi Reog Ponorogo, di mana sejumlah pengurus RW dan RT mendapat kesempatan emas untuk naik ke atas kepala reog, diikuti oleh penampilan Tarian Barongan sebagai pamungkas. (H-2)