KEPANIKAN hebat melanda ratusan warga dan pedagang akibat meluasnya kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran Gempol, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026. Kobaran api yang muncul sejak pukul 20.55 WIB dilaporkan terus merambat dengan cepat, menghanguskan area pasar dan mengancam permukiman warga di sekitarnya.
Situasi di lokasi kejadian terpantau mencekam karena pergerakan api yang sulit dikendalikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga yang tinggal di sekitar titik api bergegas mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi perambatan lebih luas.
Evakuasi Mandiri dan Pengamanan Swadaya
Kondisi serupa terjadi di dalam area pasar. Para pedagang tampak sibuk mengosongkan kios dan lapak mereka dengan alat seadanya. Di tengah situasi kacau tersebut, aksi solidaritas muncul dari para remaja setempat yang bahu-membahu membantu memindahkan barang dagangan milik pedagang.
Selain membantu evakuasi, para pemuda setempat juga memperketat pengawasan di lokasi penumpukan barang untuk mengantisipasi aksi penjarahan atau pencurian oleh oknum yang memanfaatkan situasi bencana.
Respons Gulkarmat DKI Jakarta
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah mengambil langkah taktis dengan mengerahkan kekuatan besar ke lokasi kejadian. Petugas di lapangan fokus pada upaya lokalisir agar api tidak merembet ke bangunan rendah lainnya di kawasan padat penduduk tersebut.
| Data Operasional | Keterangan |
|---|---|
| Waktu Laporan | 20.55 WIB |
| Jumlah Personel | 100 Personel |
| Armada Dikerahkan | 33 Unit Gabungan |
| Unit Awal | Medium Pressure (Sektor III Kemayoran) |
Bayu, perwakilan petugas di lapangan, mengonfirmasi bahwa laporan pertama kali diterima oleh petugas piket tepat pada pukul 20.55 WIB. Respons awal langsung dilakukan dengan meluncurkan armada dari Kantor Sektor III Kemayoran.
Tantangan utama yang dihadapi petugas saat ini adalah kondisi permukiman yang sangat rapat. Hal ini memaksa tim pemadam kebakaran untuk bergerak ekstra cepat dan taktis karena risiko perambatan api pada bangunan rendah di kawasan tersebut dinilai sangat tinggi. Hingga saat ini, petugas masih terus berjuang menjinakkan si jago merah. (Metrotv/I-1)
Informasi Tambahan: Data mengenai penyebab kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam tahap validasi oleh pihak berwenang di lapangan.