PERSAINGAN di papan bawah Liga Super League musim 2025/2026 semakin mendidih. Tiga tim besar, yakni Persis Solo, Madura United, dan PSM Makassar, kini tengah berada dalam situasi kritis dan harus berjuang habis-habisan di sisa laga musim ini demi menghindari jerat degradasi ke Liga Championship.
Kemenangan tipis 1-0 Persis Solo atas Dewa United di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (16/5), menjadi pemantik panasnya persaingan. Hasil tersebut membuat selisih poin di zona merah semakin rapat, menyisakan satu “kursi panas” degradasi yang kini coba dihindari oleh ketiga tim tersebut.
Persis Solo: Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan
Usai melakoni pekan ke-33, Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, masih tertahan di urutan ke-16 klasemen sementara. Dengan koleksi 31 poin dari 7 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 16 kekalahan, Persis hanya menyisakan satu laga pamungkas melawan Persita Tangerang pada Sabtu (23/5) mendatang.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija (Milo), menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah sebelum peluit panjang musim ini dibunyikan. “Kemenangan kemarin menjadi bukti bahwa Laskar Sambernyawa akan berjuang hingga titik darah penghabisan. Kami tidak akan menyerah sampai laga terakhir untuk bisa bertahan di Super League musim depan,” tegas Milo.
Senada dengan sang pelatih, Luca Dumacic, pencetak gol tunggal ke gawang Dewa United, mengaku optimistis. “Kami masih yakin bisa selamat. Bermain dengan mentalitas seperti saat ini membuat kami percaya diri bisa bertahan,” ujar bek asing tersebut.
| Klub | Posisi | Poin | Sisa Laga |
|---|---|---|---|
| PSM Makassar | 14 | 34 | 2 Laga |
| Madura United | 15 | 32 | 2 Laga |
| Persis Solo | 16 | 31 | 1 Laga |
Laga Hidup Mati Madura United dan PSM Makassar
Berbeda dengan Persis, Madura United dan PSM Makassar masih memiliki tabungan dua pertandingan. Madura United yang berada di posisi ke-15 dengan 32 poin akan menghadapi laga krusial melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu (17/5) malam di Stadion Sultan Agung.
Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, menyebut laga kontra PSIM sebagai partai hidup mati. “Kami datang ke Yogyakarta untuk menang. Misi kami jelas, mengamankan posisi di Super League tanpa harus bergantung pada hasil di pekan terakhir,” ungkapnya. Madura United membawa misi balas dendam setelah pada putaran pertama lalu dipaksa menyerah 0-3 oleh Laskar Mataram di kandang sendiri.
Di sisi lain, PSM Makassar yang mengantongi 34 poin juga belum sepenuhnya aman. Pasukan Ramang dijadwalkan bersua Persib Bandung pada Minggu (17/5) sebelum nantinya akan berhadapan langsung dengan Madura United di laga pamungkas pada 23 Mei. Pertemuan antara PSM dan Madura United di pekan terakhir diprediksi akan menjadi “final” sesungguhnya untuk menentukan siapa yang tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dengan selisih poin yang sangat tipis, Mata Uang Rupiah yang diinvestasikan klub-klub ini untuk mendatangkan pemain bintang kini dipertaruhkan. Satu kesalahan kecil di sisa laga akan berakibat fatal: tergelincir ke kasta kedua. (AS/E-4)