BATUK dan bersin sering dianggap hal sepele yang terjadi sehari-hari. Namun, kebiasaan menutup batuk dengan telapak tangan ternyata bisa meningkatkan risiko penyebaran virus dan bakteri ke orang lain. Karena itu, penting memahami etiket batuk yang benar agar penularan penyakit dapat diminimalkan.
Melansir informasi dari Halodoc, flu dan berbagai infeksi saluran pernapasan dapat menyebar melalui droplets atau percikan cairan kecil yang keluar saat seseorang batuk maupun bersin. Percikan tersebut bisa membawa virus dan bertahan di udara maupun menempel pada permukaan benda.
Batuk Tanpa Penutup Bisa Sebarkan Virus
Saat seseorang batuk atau bersin tanpa menutup mulut dan hidung, droplets yang mengandung kuman dapat meluncur hingga sejauh 1,8 meter. Bahkan, beberapa jenis virus diketahui mampu bertahan di udara selama beberapa jam dan hidup di permukaan benda hingga 48 jam.
Karena itu, menutup batuk dengan benar bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga langkah penting untuk melindungi orang di sekitar dari risiko tertular penyakit.
Mengapa Tidak Boleh Menutup Batuk dengan Telapak Tangan?
Banyak orang secara refleks menutup mulut menggunakan telapak tangan saat batuk. Padahal, cara ini justru dapat mempermudah penyebaran kuman.
Setelah batuk, tangan biasanya akan menyentuh berbagai benda seperti gagang pintu, meja, ponsel, tombol lift, hingga pegangan transportasi umum. Akibatnya, virus atau bakteri dapat berpindah ke permukaan benda dan menular kepada orang lain yang menyentuhnya.
Virus penyebab penyakit pernapasan juga kerap masuk ke tubuh ketika tangan yang terkontaminasi menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Langkah yang Benar Saat Batuk atau Bersin
Untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit, ada beberapa langkah yang dianjurkan saat batuk maupun bersin:
1. Gunakan Tisu untuk Menutup Mulut dan Hidung
Saat batuk atau bersin, tutupi area mulut dan hidung menggunakan tisu agar droplets tidak menyebar ke udara.
2. Gunakan Siku Bagian Dalam Jika Tidak Ada Tisu
Apabila tidak memiliki tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutup batuk atau bersin. Cara ini dinilai lebih aman dibanding menggunakan telapak tangan.
3. Gunakan Masker Saat Sedang Sakit
Masker membantu mengurangi penyebaran droplets ke udara terbuka, terutama ketika berada di tempat umum atau keramaian.
4. Segera Buang Tisu Bekas
Tisu yang sudah digunakan sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah tertutup agar tidak menjadi sumber penyebaran kuman.
5. Cuci Tangan Setelah Batuk atau Bersin
Membersihkan tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen sangat penting dilakukan setelah batuk maupun bersin.
Selain menerapkan etiket batuk, menjaga kebersihan tangan juga menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran virus. Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan, terutama setelah dari toilet, sebelum makan, dan setelah menyentuh benda di tempat umum. Hindari pula menyentuh area wajah sebelum tangan benar-benar bersih.
Saat sedang sakit, sebaiknya kurangi kontak fisik seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berciuman, terutama dengan bayi dan lansia yang memiliki sistem kekebalan tubuh lebih rentan.
Masker yang digunakan juga perlu diperhatikan. Jika masker sudah lembap, segera ganti dengan yang baru dan hindari memakai ulang masker sekali pakai. Saat melepas masker, lepaskan dari bagian tali belakang tanpa menyentuh sisi depan masker. (Halodoc/Z-2)